Makalah Kewirausahaan Medan, Juni 2018
PENGUSAHA SUKSES CHAIRUL TANJUNG
Dosen Penanggungjawab :
Dr.Agus
Purwoko,S.Hut.,MSi
Oleh :
Sahputra Tindaon
171201119
Hut
2C

PROGRAM STUDI KEHUTANAN
FAKULTAS KEHUTANAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2018
KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah
Subhanahu wata?ala, karena berkat rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah
yang berjudulPengusaha Sukses Chairul Tanjung. Makalah ini diajukan guna
memenuhi tugas mata kuliah Kewirausahaan
Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada
waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu, kritik dan
saran yang bersifat membangun sangat kami harapkan demi sempurnanya makalah
ini.
Semoga
makalah ini memberikan informasi bagi masyarakat dan bermanfaat untuk
pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua.
Medan, Juni 2018
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Dinegara ini banyak sekali terdapat
tokoh yang dapat memotivasi seseorang utuk menjadi orang yang sukses. Namun
mereka melakukan semua itu tidak gampang dan mudah, meraka harus melewati
begitu banyak cobaan dan rintangan yang harus mereka hadapi.Dari semua
yang telah dilewati mereka mendapatkan hasil yang begitu memuaskan.semua itu
diawali dengan kerja keras, ulet dan yang jelas dengan kejujuran
Disini kami mengambil seorang tokoh
yang dapat memotivasi kita untuk menjadi seorang yang sukses dengan kita
melihat bagaimana beliau melewati semua itu tanpa lelah, melihat kegigihan
beliau kami menjadi salut dan bangga dengan kerja keras beliau karena beliau
melakukan semua itu tidak untuk dirinya sendiri melainkan untuk negara tercinta
kita ini, dan didalam buku yang kami baca mengenai riwayat kehidupan beliau,
beliau berpesan agar para penerus bangsa ini bisa seperti beliau semua kelak di
kemudian hari. Dan Beliau juga pernah membawa nama indonesia ke
internasional yaitu Bapak Chairul Tanjung.
Pada zaman yang serba modern ini sudah jarang anak yang bekerja keras serta
membantu orang tuanya. Lain halnya dengan sosok Chairul Tanjung, Beliau bekerja
untuk membantu kedua orangtuanya, serta untuk biaya kuliahnya di Perguruan
Tinggi Universita Indonesia. Meskipun beliau anak dari orang yang tidak mampu,
dia berani mengambil jurusan Kedokteran Gigi yang biayanya tidak murah. Beliau
ialah Chairul Tanjung, anak dari seorang wartawan waktu masa orde lama yang
menerbitkan lima surat kabar beroplah kecil, tetapi akibat perubahan menjadi
orde baru yang berseberangan secara politik dengan penguasa akhirnya sang
ayah dipaksa menutup usaha persnya, beliau pun bangkrut serta menjual seluruh
harta benda miliknya termasuk rumahnya untuk melunasi hutang-hutang yang
menumpuk.
Beliau
sekeluarga akhirnya pindah dan tinggal di kamar losmen yang sempit. Beliau dan
keenam saudaranya hidup berkecukupan. Beliau menghadapi masalah pada biaya
kuliahnya. Ia pun mulai berbisnis dari dasar sekali, berjualan buku kuliah
stensilan, kaos, dan lainnya di kampusnya. Selanjutnya, ia membuka sebuah toko
peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen Raya, Jakarta Pusat
tapi pada akhirnya mengalami kebangkrutan.
Dari
latar belakang tersebut, kita dapat merumuskan masalah yang terjadi di dalam
hidup beliau yang diantaranya akan kita bahas pada perumusan masalah sebagai
berikut.
1.2. Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana riwayat hidup dan Latar belakang Chairul
Tanjung ?
2. Bagaimana cara
pemikiran Chairul Tanjung ?
3. Berkarir dalam bidang
apakah Chairul Tanjung ?
4. Apa saja Nilai Positif
dari Sosok Chairul Tanjung?
1.3. Tujuan:
1. Untuk
mengetahui latar belakang Chairul Tanjung.
2. Untuk menjadikan
Chairul Tanjung sebagai motivator.
3. Untuk menambah wawasan
tentang perjuangan hidup.
4. Untuk Mengetahui Nilai
Positif dari Chairul Tanjung.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1
Riwayat Hidup
Chairul Tanjung lahir tanggal 16 Juni
1962 di Jakarta, dalam keluarga yang sederhana.
Ayahnya adalah A.G. Tanjung beliau seorang wartawan
zaman orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil. Chairul berada
dalam keluarga bersama enam saudara lainya. Ketika Tiba di zaman Orde Baru, usaha ayahnya dipaksa tutup karena
berseberangan secara politik dengan penguasa saat itu.
Keadaan tersebut memaksa orangtuanya menjual rumah dan berpindah tinggal di
kamar losmen yang
sempit.
Setelah
itu beliaupun bersekolah di SD Van Lith Jakarta dan lulus pada tahun 1975.
Beliaupun melanjutkan ke SMP Van Lith Jakarta yang satu atap dengan SD’nya
terdahulu dan akhirnya lulus pada tahun 1978. Beliau melanjutkan ke SMA Negeri
1 Budi Utomo yang berada di Jakarta dan akhirnya Lulus pada tahun 1981. Selepas
menyelesaikan sekolahnya di SMA Boedi Oetomo pada 1981, Chairul masuk Jurusan
Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Demi melanjutkan ke bangku perkuliahaan,
Ibunya rela menjual kain halusnya untuk biaya tersebut. Ketika kuliah inilah ia
mulai masuk dunia bisnis. Dan ketika kuliah juga, ia mendapat penghargaan
sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional 1984-1985.
Kegiatan
disamping pendidikan diatas yang dijalaninya ialah sebagai Anggota Komite
Penasihat Prakarsa Jakarta yaitu Restrukturisasi
Perusahaan, Delegasi Indonesia untuk Asia-Europe Business
Forum, Anggota Pacific Basin Economic Council, Pengurus Yayasan Kesenian
Jakarta, Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Bulutangkis Seluruh
Indonesia, Anggota Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia, dan Ketua
Yayasan Indonesia Forum.
2.2
Pemikiran Chairul Tanjung
Chairul menyatakan bahwa dalam membangun bisnis, mengembangkan jaringan (network) adalah
penting. Memiliki rekanan (partner) dengan baik
diperlukan. Membangun relasi bukan hanya kepada perusahaan yang sudah ternama,
tetapi juga pada yang belum terkenal sekalipun. Bagi Chairul, pertemanan yang baik
akan membantu proses berkembang bisnis yang dikerjakan, ketika bisnis pada
kondisi tidak bagus (baca: sepi pelanggan) maka jejaring bisa diandalkan. Bagi
Chairul, bahkan berteman dengan petugas pengantar suratpun adalah penting.
Dalam
hal investasi, Chairul memiliki idealisme bahwa perusahaan lokalpun bisa
menjadi perusahaan yang bisa bersinergi dengan perusahaan-perusahaan
multinasional. Ia tidak menutup diri untuk bekerja sama dengan perusahaan multinasional dari luar
negeri. Baginya, ini bukan upaya menjual negara. Akan tetapi, ini merupakan
upaya perusahaan nasional Indonesia bisa berdiri sendiri, dan jadi tuan rumah di negeri
sendiri.
Menurut
Chairul, modal memang penting dalam membangun dan mengembangkan bisnis.
Baginya, kemauan dan kerja keras harus dimiliki seseorang yang ingin sukses
berbisnis. Namun mendapatkan mitra kerja yang handal adalah segalanya. Baginya,
membangun kepercayaan sama halnya dengan membangun integritas. Disinilah
pentingnya berjejaring (networking) dalam
menjalankan bisnis.
Dalam
bisnis, Chairul menyatakan bahwa generasi muda bisnis sudah seharusnya sabar,
dan mau menapaki tangga usaha satu persatu. Menurutnya, membangun sebuah bisnis
tidak seperti membalikkan telapak
tangan. Dibutuhkan sebuah kesabaran, dan tak pernah
menyerah. Jangan sampai banyak yang mengambil jalan seketika (instant), karena dalam
dunia usaha kesabaran adalah salah satu kunci utama dalam
mencuri hati pasar. Membangun integritas adalah penting bagi Chairul. Adalah
manusiawi ketika berusaha, seseorang ingin segera mendapatkan hasilnya, tidak
semua hasil bisa diterima secara langsung.
2.3
Karir Chairul Tanjung
Karir beliau dimulai saat di bangku perkuliahan. Demi memenuhi kebutuhan
kuliah, Ia mulai berbisnis dari awal yakni berjualan buku kuliah stensilan,
kaos, dan lainnya di kampusnya. Ia juga membuka usaha foto kopi di kampusnya.
Chairul juga pernah mendirikan sebuah toko peralatan kedokteran dan
laboratorium di bilangan Senen Raya, Jakarta Pusat, tetapi pada akhirnya
mengalami kebangkrutan.
Selepas
kuliah, Chairul pernah mendirikan PT Pariarti Shindutama bersama tiga rekannya
pada 1987. Bermodal awal Rp 150 juta dari Bank Exim, mereka memproduksi sepatu
anak-anak untuk ekspor. Keberuntungan berpihak padanya, karena perusahaan
tersebut langsung mendapat pesanan 160 ribu pasang sepatu dari Italia. Akan tetapi,
karena perbedaan visi tentang ekspansi usaha, Chairul memilih pisah dan
mendirikan usaha sendiri.
Kepiawaiannya
membangun jaringan dan sebagai pengusaha membuat bisnisnya semakin berkembang.
Mengarahkan usahanya ke konglomerasi, Chairul mereposisikan dirinya ke tiga
bisnis inti: keuangan, properti, dan multimedia. Di bidang keuangan, ia
mengambil alih Bank Karman yang kini bernama Bank Mega. Ia menamakan perusahaan
tersebut dengan Para Group. Perusahaan Konglomerasi ini mempunyai Para Inti
Holdindo sebagai father holding company, yang membawahkan beberapa sub-holding,
yakni Para Global Investindo (bisnis keuangan), Para Inti Investindo (media dan
investasi) dan Para Inti Propertindo (properti).
Di
bawah grup Para, Chairul Tanjung memiliki sejumlah perusahaan di bidang
finansial antara lain Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi
Finance, Bank Mega Tbk, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah dan Mega
Finance. Sementara di bidang properti dan investasi, perusahaan tersebut
membawahi Para Bandung propertindo, Para Bali Propertindo, Batam Indah
Investindo, Mega Indah Propertindo. Dan di bidang penyiaran dan multimedia,
Para Group memiliki Trans TV, Trans 7, Maha gaya Perdana, Trans Fashion, Trans
Lifestyle, dan Trans Studio. Khusus di bisnis properti, Para Group memiliki
Bandung Supermall. Mal seluas 3 hektar ini menghabiskan dana 99 miliar rupiah.
Para Group meluncurkan Bandung Supermall sebagai Central Business District pada
1999. Sementara di bidang investasi, Pada awal 2010, Para Group melalui anak
perusahaannya, Trans Corp.
Seperti
diketahui, Chairul Tanjung melalui kelompok usahanya yaitu Para Group
mengakuisisi 40% saham PT Carrefour Indonesia senilai lebih dari Rp 3 triliun. Akuisisi
itu dilakukan Trans Corp melalui PT Trans Ritel, sebuah anak perusahaan Trans
Corp. Setelah akuisisi oleh Trans Corp ini, maka komposisi pemegang saham PT
Carrefour Indonesia adalah Trans Ritel (40%), Carrefour SA 39%, Carrefour
Netherland BV9,5%, dan Onesia BV 11,5%.
Langkah
Para Group tersebut merupakan aksi yang positif bagi dunia usaha di Indonesia.
Selain itu, kehadiran pengusaha lokal disebuah perusahaan asing akan memberikan
keyakinan bahwa kiprah Carrefour di Indonesia tidak semata-mata hanya untuk
kepentingan pemodal asing. Akan tetapi bisa di harapkan beliau bisa mebantu
para pelaku UKM, dengan dia masuk ,tidak lagi menimbulkan konfrontasi, jadi
kuncinya ada di Chairul Tanjung, Setelah membeli 40% saham Carrefour, Chairul
kini menjadi komisaris utama PT Carrefour Indonesia didampingi oleh AM
Hendropriyono (mantan Kepala BIN) dan S.Bimantoro (mantan petinggi Polri)
sebagai komisaris.
Cerita
bisnis Chairul Tanjung memang sudah meluas. Setelah menguasai bisnis stasiun
televisi, bank hingga waralaba, Chairul Tanjung meluaskan bisnisnya ke ritel
dengan membeli 40% saham PT Carrefour Indonesia.
Beliaupun
akhirnya menandatangani dan membeli sebagian besar saham Carrefour, yakni
sejumlah 40 persen. Mengenai proses pembelian Carrefour, MOU (memorandum of
understanding) pembelian saham Carrefour ditandatangani pada tanggal 12 Maret
2010 di Perancis.
Majalah
ternama Forbes merilis daftar orang terkaya
dunia 2010. Sebagai sebuah pencapaian, menurut majalah tersebut, Chairul Tanjung
termasuk salah satu orang terkaya dunia asal Indonesia. Forbes menyatakan
bahwa Chairul Tanjung berada di urutan ke 937 dunia dengan total kekayaan US$ 1
miliar. Tahun 2011, menurut Forbes Chairul Tanjung menduduki
peringkat 11 orang terkaya di Indonesia, dengan total kekayaan US$ 2,1 miliar.
Pada
tanggal 1 Desember2011, Chairul
Tanjung meresmikan perubahan Para Grup menjadi CT Corp. CT Corp terdiri dari tiga
perusahaan sub holding: Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global
Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel,
gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam.
Majalah
Forbes, sebuah majalah bisnis dan finansial Amerika Serikat yang didirikan pada
1917 oleh BC Forbes, pada Maret 2012 mengeluarkan daftar 1.226 orang terkaya di
dunia. Sebanyak 17 di antaranya adalah orang Indonesia. Nah, nama Chairul
termasuk di antara 17 nama itu. Tepatnya pada urutan 634 orang terkaya di
dunia. Kekayaan pribadi Chairul disebut mencapai dua miliar dolar AS atau
setara Rp 18 triliun (kurs: 1 dolar AS = Rp 9.000).
Padahal,
Chairul bukan berasal dari keluarga anak konglomerat Juga bukan anak jenderal.
Bos CT Corp (Chairul Tanjung Corpora) yang menaungi puluhan perusahaan mengaku
sebagai anak dari keluarga sederhana.
2.4.
Nilai Positif Dari Sosok Chairul Tanjung
Banyak nilai-nilai positif yang dapat
diambil dari sosok Choirul Tanjung yang mana nantinya dapat dijadikan sebuah
motivasi bagi para pemuda untuk menjadi lebih maju dan membangkitkan bangsa dan
negara. Dari banyak pengalaman-pengalaman dari Choirul Tanjung dapat diambil
nilai-nilai positif diantaranya:
1.
Kegigihan Chairul Tanjung dalam memperoleh pendidikan.
Pada waktu
Choirul tanjung masih duduk dibangku kuliahnya banyak sekali hal-hal yang ia lakukan
untuk dapat membiayai kuliahnya sendiri. Itu berawal ketika ibunya
Choirul Tanjung memberi tahu padanya bahwa biaya yang dipakai untuk
membayar masuk kuliah dengan menggadaikan kain halus milik ibunya. Mengetahui
hal tersebut Choirul bertekat untuk membiayai kuliahnya sendiri tanpa meminta
pada orang tua. Ia mulai bekerja dengan jasa fotokopi. Ia terus berjuang untuk
mendapatkan pendidikan meskipun dalam keluarga yang sangat pas-pasan. Choirul tanjung sangat meyakini
bahwa pendidikan merupakan jalan utama agar bisa keluar dari jerat kemiskinan.
masalah sosial ini memang tidak akan pernah berakhir sepanjang manusia hidup di
dunia ini ,karena itu kita harus berusaha keras untuk mengatasinya dengan
segala daya dan upaya.
2.
Bagi Chairul Tanjung “Bahwa Pertemanan yang baik dapat membantu proses
Perkembangan Bisnis”.
Sejak kecil
Choirul Tanjung mengakui bahwa dirinya sangat mudah dalam hal bergaul dan
semenjak kecil juga ia sangat banyak disenangi orang . dengan demikian ketika
ia mulai memasuki dunia perbisnisan ia tidak terlalu bingung untuk bergabung.
Dalam hal ini Choirul Tanjung selalu menjaga sifat pertemanannya dengan siapa
saja dan tidak pernah memandang dari segi apapun. Sehingga dengan menjaga sifat
pertemanan kepada siapa saja justru malah membantu perkembangan bisnisnya.
3.
Semangat Chairul Tanjung untuk Bangkit dalam Keterpurukan.
Dikampung kumuh Chairul tanjung tumbuh besar dengan ekonomi
yang serba pas-pasan setelah ayahnya di pecat dari pekerjaanya. Ia pun telah
belajar banyak tentang kehidupan yang ia jalani dan mengerti tentang
prinsip-prinsip hidup sekaligus merasakan bagaimana sulitnya mencari sumber
penghidupan.
Dari pengalaman hidup orang tua itulah Choirul Tanjung
justru mendapat hikmah bahwa untuk memperjuangkan idielogi tidak perlu sampai
mati seperti yang dianut para orang tua jaman dulu, trmasuk bapak saya, Abdhul
Gafar Tanjung. Sekarang harus lebih realistis dan lebih pandai dalam menyiasati
kehidupan.
Choirul tanjung
selalu bersemangat untuk menjalani kehidupannya terutama ketika ia
masih duduk dibangku kuliahan. Ia harus tetap berjuang sendiri untuk bisa
mendapat uang untuk biaya kuliahnya. Dengan berjualan alat-alat kedokteran dan
bisnis fotokopi dan ia juga terus berjuang untuk segera bisa menyelesaikan pendidikannya
karena dengan pendidikan itulah jerat kemiskinan akan bisa segera dilalui.
Pendidikan sangat berpengaruh dalam kesuksesan seseorang.
4.
Sifat Pantang Menyerah.
Sifat ini dapat
dilihat dari pengalamannya ketika ia memulai berbisnis di luar kampus dimana
pada waktu didalam kampus mendapat keuntungan yang lebih ketika menjalani
bisnis fotokopinya dan saat ia mencoba menjalani bisnis diluar kampus dengan
membuka toko alat-alat kedokteran di dekat kampus. Namun selang beberapa bulan
membuka usaha baru itu ia mengalami kegagalan.
BAB III
PENUTUP
3.1
Kesimpulan
Bahwa Chairul Tanjung dapat meraih
kesuksesan bukan saat ia berada dalam keluarga yg bercukupan, tetapi
ia sukses pada saat keluarganya jatuh miskin . Dia berjuang untuk dapat
membiayai kuliahnya dengan berbagai cara seperti berjualan buku kuliah
stensilan, kaos dan lainya. Ia juga bekerja keras untuk membantu
kedua orang tuanya. Setelah lulus kuliah, ia mencoba berbagai bidang
pekerjaan . Dan dengan semangat dan kegigihannya ia dapat memperoleh kesuksesan
seperti saat ini. Oleh karena itu kita sebagai siswa dapat meneladani sifat pantang
menyerah beliau.
3.2
Saran
Sebagai pengusaha yang sukses
chairul tanjung harus tetap rendah hati . Supaya menjadi teladan yang baik bagi
siswa – siswi diseluruh indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Diredja,
Tjahja Gunawan.2012. Choirul Tanjung Si Anak Singkong.Jakarta :
Penerbit Buku Kompas
Komentar
Posting Komentar